Tanaman

9 Cara Merawat Bonsai Ampelas

Bonsai Amplas atau Rempelas atau Rampelas adalah tumbuhan dari keluarga Moraceae yang tingginya sampai 20 meter dengan gemang 50 cm, tumbuh di seluruh Indonesia, tersebar pada ketinggian kurang dari 1.300 m dpl. Kebanyakan dalam bahasa Sunda dan Melayu disebut Hampelas dan dalam bahasa Jawa Rampelas atau Rempelas atau Amplas. Batang dari pohon hampelas berdiri tegak, bulat, dan mempunyai percabangan simpodial. Daunnnya tunggal, berseling, lonjong, tepi bergerigi. Daun hampelas teksturnya kasar dan jika kering bisa dijadikan sebagai ampelas untuk menghaluskan permukaan kayu. Banyak dari para penggemar bonsai yang menjadikan tanaman amplas ini sebagai tanaman bonsai.

Bonsai Amplas merupakan tanaman yang cocok untuk diletakkan di dalam maupun di luar rumah. Seperti halnya tanaman pada umumnya, Bonsai Amplas juga memerlukan perawatan yang baik dan teratur. Untuk merawat tanaman ‘kerdil’ ini berikut hal-hal yang harus Anda perhatikan. Bonsai harus mendapatkan keseimbangan yang tepat antara penyiraman, paparan sinar matahari, dan pemangkasan sehingga bonsai tetap sehat.Bonsai Amplas

Berikut ini 9 cara merawat tanaman Bonsai Amplas yang dapat Anda lakukan, yakni :

[tag no=1 tag=[“tanaman-hias “]

1. Penggantian Pot

Bonsai selalu ditanam dalam pot yang dangkal. Oleh karena itu, untuk mendorong pertumbuhan akar barunya pot bonsai perlu diganti. Apalagi jika bonsai Anda terus bertumbuh, Anda memerlukan pot yang lebih besar. Pastikan ada lubang pada pot yang dapat mengalirkan air keluar supaya akar bonsai tidak terendam air.

2. Siram Secara Rutin

Bonsai memang tidak boleh disiriam terlalu banyak, karena hal ini dapat mengakibatkan tumbuhnya jamur dan dapat membusukkan akar. Tapi bonsai juga harus dijaga agar tidak kekeringan. Jaga kelembabannya agar tanah tidak terlalu basah maupun terlalu kering.

3. Jemur di Bawah Sinar Matahari

Bonsai tetap perlu dijemur. Namun, intensitas paparan sinar matahari perlu diwaspadai, jika paparannya terlalu banyak, justru akan merusak bonsai., bonsai malah bisa menjadi rusak.

Bonsai harus mendapatkan perlakuan yang tepat antara penyiraman, penjemuran di bawah sinar matahari dan pemangkasan, sehingga bonsai tetap memiliki kualitas yang baik dan sehat. Pemberian sinar matahari dilakukan setelah kurang lebih dua minggu tanaman tersebut ditanam, pada tahap pertama pemberian sinar matahari cukup 1-3 jam saja kemudian secara bertahap dapat diperpanjang.

4. Pemangkasan

Agar bonsai selalu tampak cantik, perlu dilakukan pemangkasan pada cabang-cabang yang kurang baik. Pemangkasan juga dilakukan untuk mengendelikan pertumbuhan cabang yang terlalu cepat. Selain cabang, ranting dan daun juga perlu dipangkas untuk membentuk bonsai sesuai dengan keinginan. Anda bisa memangkas bonsai satu bulan sekali, jika pertumbuhan bonsainya tergolong cepat. Namun, jika tanaman bonsai pertumbuhannya lambat, pemangkasan cukup dilakukan dua atau tiga bulan sekali.

5. Pemupukan

Pemberian pupuk harus dilakukan dalam dosis yang tepat. Sebaiknya pemupukan dilakukan sebulan sekali menggunakan NPK dan urea, tinggal sesuaikan dengan kebutuhan pohon bonsainya. Selain pupuk untuk tanamannya, berikan juga pupuk daun sebanyak tiga kali perbulan.

6. Pembasmian Hama

Hama penyakit yang menyebar dapat merusak bonsai. Untuk itu hama jangan dibiarkan dan harus segera dihilangkan. Hama yang sering menyerang tanaman bonsai adalah ulat dan wereng cokelat. Cara yang paling mudah untuk menghilangkan hama tersebut adalah dengan menyemprotkan insektisida.

7. Pembersihan akar

Selain mengganti media tanam bonsai, Anda juga perlu melakukan pembersihan akar yang semakin lama semakin tumbuh besar. Pertumbuhan akar yang pesat menandakan bahwa bonsai tergolong pada indikator tanaman sehat. Namun pertumbuhan akar yang berlebihan dan hanya dibiarkan saja justru akan menyiksa tanaman tersebut dan lama kelamaan mati. Untuk itu akar juga perlu dikontrol serta dibersihkan.

8. Penggantian kawat

Pada proses awal pembuatan bonsai, untuk menciptakan pola tertentu batang tanaman biasanya dililitkan dengan kawat. Ketika pola tersebut berhasil terbentuk, maka lilitan kawat yang sudah terbenam bisa dibuka secara perlahan. Sebab jika dibiarkan saja, bekas-bekas lilitan kawat justru dapat melukai cabang. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati ketika membuka lilitan tersebut. Setelah kawat lama berhasil dibuka, Anda dapat menggunakan kawat yang baru jika dirasa bentuk bonsai belum sempurna.

9. Peletakan Bonsai

Penempatan pot bonsai pengaruhnya adalah pada pertumbuhan tanaman juga. Tempatkan pot bonsai di tempat yang mendapat sinar matahari cukup, namun tidak terlalu terik. Terutama pada masa awal perawatan bonsai di mana akar bonsai bisa terkena paparan matahari karena berada pada lapisan tanah yang tipis dalam wadah yang dangkal. Area yang tepat untuk menempatkan bonsai yaitu di teras rumah, atau di atas rak yang memiliki atap transparan semisal plastik putih sehingga tetap mendapatkan sinar matahari.

Related Articles

5 Comments

  1. Attractive element of content. I just stumbled upon your web site and in accession capital to say that I acquire actually loved account
    your weblog posts. Any way I’ll be subscribing to your
    feeds and even I success you get right of entry to constantly quickly.
    asmr 0mniartist

  2. Hello! Someone in my Myspace group shared this site with
    us so I came to take a look. I’m definitely loving the information. I’m bookmarking and will be tweeting
    this to my followers! Outstanding blog and outstanding style and design. asmr 0mniartist

  3. I have to thank you for the efforts you have put in writing this blog.
    I’m hoping to see the same high-grade blog posts from you later on as well.

    In fact, your creative writing abilities has encouraged me
    to get my own blog now 😉 0mniartist asmr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button