Inspirasi

Betapa Ramai Manusia Hidup Dalam Kelalaian, Sedangkan Kematian Tidak Mengenal Waktu Dan Usia

Tahukah Anda salah satu ciri kalian memiliki keimanan yang kuat adalah selalu mengingat tentang kematian dan hari kiamat. Mungkin Anda kesal melihat orang-orang yang sedang sakit dan merasa kalau hidupnya akan berakhir padahal sakitnya hanya batuk ringan saja atau pilek.

Kesal, takut, dan mungkin merasa orang itu terlalu berlebihan. Padahal, merasa dekat dengan kematian adalah hal yang harus dijaga. Jangan dibuang, terus pelihara itu. Sebab itu lah cara kalian bisa terus menjaga keimanan Anda sendiri.

Coba bandingkan dengan orang yang berfoya-foya, bersenang-senang dengan maksiat. Kenapa mereka seperti itu? Sebab mereka tak memelihara perasaan kalau mereka dekat dengan kematian.

Orang yang terlalu bersenang-senang dengan dunia terlalu percaya bahwa kematiannya masih jauh. Padahal tak ada yang tahu dengan takdir kematian kita sendiri. Kenapa mereka begitu yakin kalau kematiannya tidak ‘sekarang’?

Banyak Manusia Sehat yang Kemudian Meninggal Tanpa Sebab

Ada orang yang meninggal tanpa sebab pasti. Kita tidak bisa menebak apa penyebab kita meninggal kelak. Tapi, mari kita renungkan melalui berbagai kasus yang sudah terjadi.

Ada orang meninggal karena tertawa. Ini terjadi pada abad 17 lalu, terjadi pada Thomas Urquhart. Dia tertawa karena mendengar kabar kalau Charles II naik tahta lagi pada tahun 1660 lalu. Selain Thomas Urquhart, ada lagi kasus meninggal karena tertawa lainnya, mereka adalah Raja Martin dari Aragon dan filsuf Yunani Chrysippus.

Tak cuma meninggal karena tertawa, ada juga yang tiba-tiba meninggal saat sedang mandi, meninggal dalam keadaan tidur, meninggal karena tersedak makanan, meninggal karena kecelakaan dan masih banyak lagi.

Setiap makhluk hidup pasti akan meninggal. Kita tidak tahu kapan itu terjadi, tapi kematian pasti akan terjadi. Jangan menganggap kematian masih lama, Anda bukan Tuhan yang mengehendaki kapan kematian Anda.

Di Pagi Hari Kita Tertawa, Tapi Apakah anda Yakin Bahwa Siang Hari Kalian Masih Ada?

Bukan bermaksud menakut-nakuti. Hanya saja, pernahkah Anda membaca riset penelitian dunia mengenai apa saja yang akan terjadi setiap 5 detiknya?

Terhitung, ada 25 bayi lahir ke dunia dan 9 orang meninggal dunia. Itu lah yang terjadi di dunia ini setiap 5 detik. Bisa jadi salah satu dari 9 orang itu Anda. Jadi berhati-hatilah.

Kadang, Saya harus membuat analogi dengan pendekatan ilmu sains agar Anda percaya dengan kuasa Allah. Bukan bermaksud menakut-nakuti, hanya mengingatkan. Serta ingatlah selalu kematian kalian.

Di Siang Hari Kita Hura-Hura, Apakah yakin Sore Nanti Kita Masih Ada Usia?

Mungkin memang benar, pagi hari tadi Anda tertawa, lalu di siang hari Anda masih hidup. Lalu Anda lanjutkan lagi maksiat kalian. Tapi apakah Anda yakin kalau sore hari nanti masih diberi kesempatan hidup?

Pikirkan, pagi dan siang sedang Anda lalui. Hidup juga tidak semulus seperti kelihatannya. Berbagai bahaya mengancam Anda dimanapun kalian berada.

Anda yang terus bergerak bisa saja dihadang oleh sesuatu yang tidak mengenakkan di jalan. Atau Anda yang memilih terus diam, bisa saja terkena serangan jantung karena pembulu darah yang tidak lancar mengalir.

Bukannya menakut-nakuti atau mendoakan. Tapi Saya sedang membagi apa yang dipikirkan oleh mereka yang selalu mengingat kematiannya.

Di Sore Hari Kita Berbuat Dosa, Apakah Anda Yakin Malam Hari Kita Masih Bisa Bernapas?

Lanjut lagi, setelah sore hari kita ternyata masih hidup, jangan lega dulu, sebab bisa jadi malam hari nanti Anda sudah tidak bernapas di bumi.

Hidup ini sangat sebentar. Layaknya kalian sedang mempir ke rumah terangga kalian untuk minum.

Yakinkah saat malam nanti, ketika Anda terlelap esok hari masih bisa melihat dunia?

Di Malam Hari Kita Sibuk Urusan Dunia, Apakah Anda Yakin Pagi Hari Nanti Masih Bisa Berangkat Kerja?

Hal yang paling melegakan saat kita bangun dari tidur adalah kondisi raga yang masih menempel di tubuh kita. Rasanya melegakan sekali saat tahu Anda masih hidup. Tapi bagaimana kalau itu tidak terjadi kepada Anda.

Kalian akan sangat menyesal. Beribu kali penyesalan, kenapa pagi hari tadi malah sibuk tertawa, siang hari hura-hura, sore hari maksiat, malam hari sibuk urusan dunia?

Jangan sampai itu terjadi kepada kita semua. Kematian yang tiba-tiba terlalu mengerikan, tapi teruslah ingat hal-hal itu agar Anda bisa berpikir ulang untuk mengabaikan Allah dan sibuk dengan urusan dunia Anda.

Banyak Manusia yang Sakit, Lalu Tiba-Tiba Sehat Kembali

Allah tak hanya mematikan mereka yang meninggal, Allah juga menyembuhkan orang yang sakit dan menghidupkan orang yag mati kelak di hari kebangkitan nanti. Kekuasaan Allah itu luas.

Orang yang Allah sembuhkan sakitnya adalah orang-orang yang dipilih Allah. Yang diberikan kesempatan untuk orang itu semakin dekat kepadanya. Jangan karena sudah sembuh dari sakit Anda malah merasa kalau kematian Anda masih lama.

Jangan berpikir, “Ah, aku sekarang sudah sembuh. Itu karena aku ditakdirkan untuk tidak mati di hari ini!”

Bukan itu maksud Allah. Kalian disembuhkan karena diberi kesempatan. Allah menyayangi kalian, jangalah kalian buang kesempatan itu. Teruslah ingat bahwa kematian Anda sebentar lagi. Terus ingat Allah dan kematian yang akan membawa diri Anda menghadap sang Pencipta.

Mengingat kematian adalah sesuatu yang bagus. Akan tetapi, banyak yang merasa tidak semangat hidup karena terus mengingat kematian.

Setiap pekerjaan dilakukan setengah-setengah karena mengingat besok akan mati. Atau tidak ingin bekerja, sibuk dzikir, ibadah, shalat setiap hari karena merasa sebentar lagi akan mati.

Hingga akhirnya, keseimbangan dunia dan akhirat pun tidak sama besar. Apakah itu benar?

Sangat salah!

Meskipun kematian sangat dekat dengan manusia, semangat hidup haruslah tetap ada.

Saya jadi teringat dengan ucapan seseorang yang mengatakan, “Saya akan menjadikan seluruh anak Saya menjadi hafidz dan hafidzoh meskipun besok adalah hari kiamat!”

Baca Selengkapnya...
Back to top button
Close
Close