Inspirasi

Ibu, Ayah! Maafkan Aku Masih Belum Bisa Membahagiakanmu Sepenuhnya

Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga kau selalu dalam keadaan sehat tanpa kekurangan sesuatu apapun. Semoga kau selalu merasa bahagia dan selalu dalam lindungan Tuhan.

Aku ingin menyampaikan permintaan maaf padamu namun aku tidak mampu untuk menyampaikannya langsung padamu, maka aku menulis surat ini. Surat ini aku tulis karena aku terlalu malu untuk mengungkapkan hal ini di hadapanmu.

Aku ingin berterima kasih atas segalanya, dulu sampai di masa depan nanti.

Engkau adalah hal terbaik yang pernah Tuhan berikan padaku. Terima kasih telah melahirkanku ke dunia dan membesarkanku dengan penuh kasih sayang. Terima kasih atas semua limpahan kasih sayangmu selama ini ibu. Mulai dari sebelum aku lahir ke dunia hingga seusia sekarang. Kau yang paling mengerti kebutuhanku dan menyediakannya untukku. Kau selalu menjadi orang pertama yang siap menjadi sandaran ketika aku lelah. Kau orang pertama yang khawatir dengan keadaanku. Kau menjadi dokter dan pensehat terbaikku, kaulah juga yang menjadi pendengar paling setiaku.

Aku tahu meski kata terima kasih tidak akan pernah bisa mengganti semua yang telah kau lakukan, tetapi aku tidak akan pernah lelah mengucapkannya.

Selain terima kasih ada kata maaf yang yang juga akan aku katakan padamu. Anakmu yang sedang merantau untuk menuntut ilmu di tempat orang ini ingin meminta maaf padamu. Meski sudah seusia sekarang aku masih saja sering tidak mendengar nasihatmu. Sering diam-diam membuatmu sedih dan menangis. Aku masih saja sering melakukan hal-hal yang tidak kau sukai. Terkadang aku menyisakan luka di hatimu. Namun engkau selalu tersenyum dan menampakkan wajah bahagia di depanku. Kau begitu sabar terhadapku, tetapi aku sangat tidak sabar menghadapimu. Hal itu sungguh sangat berharga untukku karena hanya engkaulah yang mengajarkan kesabaran sejati padaku.

Maafkan aku yang sampai saat ini masih belum bisa membahagiakanmu sepenuhnya. Masih saja ada kesedihan yang aku torehkan dalam hari-harimu. Maafkan aku. Kesuksesan belumlah ada di tanganku, tetapi aku yakin doamu untukku dalam meraih cita-cita dan kesuksesan selalu kau panjatkan.

Kau harus percaya bahwa aku selalu menginginkan engkau bahagia dan aku akan berjuang untuk melakukannya. Kebahagian dan senyum yang terlihat di wajahmu sangat berarti buatku. Aku tidak ingin melihatmu sakit ataupun merasa sedih. Aku ingin engkau melihatku tumbuh semakin dewasa, menikah dan melahirkan cucu-cucu untukmu.

Aku sangat menyayangimu.

Baca Selengkapnya...
Back to top button
Close
Close