Inspirasi

Jangan Pernah Merendahkan Kehidupan Orang Lain, Karena Roda Kehidupan Terus Berputar

Satu batang pohon dapat membuat jutaan batang korek api, tetapi satu batang korek api juga dapat membakar jutaan batang pohon. Dengan demikian satu pikiran negatif dapat membakar seluruh pikiran yang positif.

Sebatang korek api mempunyai kepala tetapi tidak mempunyai otak, oleh karena itu setiap kali ada gesekan kecil, korek api itu tersebut langsung terbakar. Kita sebagai manusia ciptaan TUHAN mempunyai kepala dan juga dikarunia otak, oleh karenanya kita tidak perlu terbakar amarah hanya karena gesekan kecil. Berusahalah tetap tenang dan rendah hati.

Ketika seekor burung masih hidup, ia makan lalat. Tetapi ketika burung sudah mati, maka lalat yang akan memakan burung tersebut. Waktu terus berputar sepanjang zaman. Siklus kehidupan akan terus berlanjut. Jangan merendahkan siapapun dalam hidup, bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapa diri kita. Hargailah orang lain, mungkin itu tidak penting bagi kita tetapi itu sangat penting bagi mereka.

Kita mungkin berkuasa tapi WAKTU lebih berkuasa daripada kita. Disaat kita memiliki segalanya, kita merasa banyak teman di sekeliling kita. Tetapi disaat kita sakit, kita baru mengetahui bahwa sehat itu sangatlah penting, jauh melebihi HARTA. Ketika kita sudah tua, kita baru sadar bahwa masih banyak yang belum dikerjakan. Dan setelah di ambang ajal kematian, kita baru menyadari ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia.

Hidup ini tidaklah lama layaknya sesorang yang singgah untuk minum. Sekejap dan akan berlalu pergi. Sudah saatnya kita bersama-sama membuat HIDUP INI LEBIH BERHARGA. Saling menghargai, saling membantu, saling memberi dan juga saling mendukung. Jadilah teman perjalanan hidup yang tanpa pamrih dan syarat. Believe in “Cause and Effect”. Apa yang ditabur, itulah yang akan kita tuai.

Bicara soal kehidupan, kehidupan itu sepererti roda yang terus berputar. Tidak selamanya kita berada di atas, dan tidak selamanya pula kita berada di bawah. Semua ada masanya, semua ada waktunya. Jadi jangan sombong ketika berada di atas, dan jangan sedih ketika berada di bawah.

Dan bicara soal kesombongan, sombong itu identik dengan sifat yang suka pamer, merendahkan dan merasa lebih segala-galanya. Punya pangkat, punya jabatan, punya ilmu, punya harta dan kemewahan, punya pasangan yang keren, punya anak-anak yang pintar, dan apapun itu sebenarnya itu semua milik siapa? semua milik Allah SWT, dan kita hanya dititipkan sementara waktu. Dan kita harus siap saat Allah mengambilnya kembali. Dan kita tak pernah tahu kapan Allah akan mengambilnya.

Ketahuilah segala apa yang kita miliki di atas dunia ini, semua itu adalah ujian. Ujian tentang bagaimana kita mensyukuri karunia Tuhan. Ujian apakah kita mampu menjaga titipannya dengan baik. Ujian apakah kita mampu bersabar saat tak punya apa-apa.

Jika kita bertemu dengan orang sombong bagaimana? pasti tidak seorangpun yang suka dengan sifat sombong. Mentang-mentang dia punya segalanya lalu menganggap remeh semua orang. Mentang-mentang punya jabatan lalu seenaknya pada yang tak punya jabatan.

Roda itu berputar, lalu apa yang kita sombongkan? Janganlah sombong ketika berada di atas dan janganlah bersedih ketika berada di bawah. Ada kalanya yang di atas akan jatuh dan ada waktunya yang di bawah akan naik ke atas.

Tak selamanya kita berada di atas dan tak selamanya juga kita berada di bawah dan terinjak-injak. Jalani dan syukurilah hidup dengan segala yang kita miliki, apapun itu, disaat hati ikhlas dan mensyukuri segalanya maka di situlah Allah memberi kelapangan. Disaat kita sombong dalam kesuksesan disitulah kita merasa rakus, haus, lapar dan tak pernah merasa puas.

Baca Selengkapnya...
Back to top button
Close
Close