Inspirasi

Jika Merasakan Ujian Sebesar Kapal, Yakinlah Nikmat Allah Seluas Lautan

Ujian itu seperti transportasi, sebuah alat yang mengantarkan kita pada perjalanan panjang yang membuat hidup lebih dari kata bermakna. Kita tak mungkin hidup hanya dengan bernapas, makan, beribadah (Ujian itu seperti transportasi, sebuah alat yang mengantarkan kita pada perjalanan panjang yang membuat hidup lebih dari kata bermakna. Kita tak mungkin hidup hanya dengan bernapas, makan, beribadah (wajib) dan tidur.

Saya yakin, jika Anda diberi kehidupan seperti itu pasti akan mengeluh.

Bersyukurlah karena dengan diberinya ujian, hidup Anda menjadi lebih berarti lagi, serta bisa menemukan tempat-tempat maupun persinggahan baru yang makin memperkuat diri Anda nanti.

Ketika Anda terkena ujian misalnya perusahaan bangkrut, saat itu Anda akan dibawa berkeliling melewati perjalanan dari mulai melihat siapa saja yang setia dan bertahan di sisi Anda bukan karena uang, melihat siapa teman yang paling mengerti keadaan Anda, melihat pasangan yang benar-benar peduli pada Anda, kapal itu mengajak Anda berpetualang. Mengukir kisah hidup baru yang dimulai lagi dari angka enol.

Bila Anda berdamai dengan ujian itu, atau katakanlah mau bekerjasama supaya Anda mudah melalui masa-masa berat itu, Anda akan menemukan perjalanan mengasyikkan tersebut.

Layaknya Anda mengendarai kapal, Anda lah nahkodanya.

Menulisnya memang mudah, menjalaninya yang sulit, karena selama ini orang-orang akan marah, kesal, emosi ketika ditimpa ujian.

Dan saking marahnya, mereka lupa mengucap syukur.

Di samping masalah yang menimpa, ada jutaan nikmat lain yang mereka lupakan.

Allah hanya menumbangkan satu kenikmatan Anda. Jadi jangan marah, Allah akan sedih jika Anda marah kepada-Nya.

Kenikmatan yang Anda Lupakan itu Seperti Lautan

Ketika ujian adalah kapalnya, maka harus disebut apa lautan?

Jawabannya adalah kenikmatan.

Para nahkoda itu tidak sadar, bahwa mereka sebenarnya telah berpetualang di atas kenikmatan yang Allah limpahkan pada mereka. Kenikmatan itu yang membuat Anda tetap terapung dan bisa terus bergerak dengan kapal Anda.

Tentu saja itu hanya perumpamaan. Bila diambil contoh dari kenikmatan sesungguhnya, bersyukurlah karena Anda masih diberikan napas oleh Allah, bersyukurlah karena masih diberi waktu, Allah masih menghidupkan Anda, memberi kalian kesempatan untuk melakukan perjalanan menyenangkan itu sebelum akhirnya kembali pada-Nya.

Lautan itu luas, dalam dan airnya banyak sekali. Itu cuma penampakkan luarnya saja, Anda belum melihat bagian dalam dari lautan itu.

Ada ikan, berbagai spesies hewan laut, tumbuhan, pemandangan yang indah, pasir, dan masih banyak lagi. Bayangkan, di dalam kenikmatan, masih ada kenikmatan lagi.

Cuma Allah tak mau memberikan kenikmatan itu secara langsung buat Anda. Allah tak mau membuat Anda bersentuhan langsung dengan lautan itu. Allah tak mau hamba-Nya tenggelam.

Untuk itu lah Allah memberikan ujian yang kita analogikan sebagai kapal. Supaya apa? Supaya kalian tidak tenggelam dalam kenikmatan. Alias kufur nikmat.

Jika Merasakan Ujian Sebesar Kapal, Yakinlah Nikmat Allah Seluas Lautan

Ujian dan kenikmatan selalu berdiri berdampingan. Cuma di sini Allah memberikannya dalam porsi yang tidak adil. Dimana kenikmatan itu diberi dalam porsi besar nan luas, sementara ujiannya hanyalah titik kecil di antara kenikmatan itu.

Sebesar apapun kapal Anda, ia tak akan lebih besar dari laut. Sebesar apapun kapal, ia butuh bertahun-tahun lamanya untuk mengelilingi seluruh lautan.

Sebesar dan seberat apapun kapal Anda, laut tetap mampu menopang beban kapal Anda hingga ia tetap bisa membuat Anda terus terapung dan bergerak.

Kadang, lautan itu berbahaya. Anda yang tak pandai berenang akan tenggelam. Anda yang pandai berenang pun tak akan bertahan untuk berlama-lama mengapung tanpa bantuan apapun di sana.

Begitu juga dengan kenikmatan. Kadang, kenikmatan itu berbahaya. Mereka membuat Anda terlena. Membuat Anda lupa untuk tetap mengapung di permukaan supaya tetap bisa mengucap rasa syukur dengan jelas.

Mereka yang terlalu terlena dengan kenikmatan, akan perlahan-lahan tenggelam dan mati perlahan tapi menyakitkan.

Anda harus tetap terapung agar tetap bisa mengucap rasa syukur. Karena susah rasanya mengucap rasa syukur saat diri Abda tenggelam.

Ujian yang Allah berikan itu seperti penyelamat hidup Anda dari kekufuran. Tanpa adanya ujian, Anda tak akan tahu bagaimana nikmat-nikmat kecil membuat Anda sangat begitu bersyukur.

Ingatlah, sebesar apapun masalah Anda, lebih besar kenikmatan yang Allah kasih Dan sesulit apapun hidup Anda, setelahnya Allah berikan kemudahan.

Baca Selengkapnya...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close