Inspirasi

Manusia Hanya Bisa Berencana, Tapi Tuhanlah Yang Menentukan

Baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah..dan segala sesuatu nya balik lagi ke pribadi kita masing-masing yang harus belajar lebih IKHLAS terhadap sesuatu yg tidak kita inginkan, yang tidak bisa kita terima dari realita kehidupan yang kita hadapai.

Bukankah Allah telah menciptakan di dunia ini semuanya berpasang-pasangan; ada baik ada buruk, ada laki-laki ada perempuan, ada pintar ada yg bodoh, ada yang kaya ada yg miskin, ada saat berjumpa ada saat berpisah dan banyak lagi.

semua itu bisa jadi pelajaran bagi kita sebagai makhluk yg paling sempurna di ciptakan oleh Allah di muka bumi agar kita tahu bahwa di dunia ini tujuan kita hanya beribadah dan bersujud kepada Allah..”Tidak akan Aku ciptakan jin dan manusia, kecuali untuk bersujud di hadapan-Ku”.

Memang berat bagi seseorang untuk menerima sesuatu yg tidak ia inginkan, apalagi dalam menghadapi perpisahan, baik itu di tinggal berpergian dengan jarak yg jauh dan waktu yg lama atau ditinggal untuk menghadap Allah SWT, namun dengan mengikhlaskan semua itu terjadi dan beranggapan bahwa semua itu hanya Allah Yang Maha Rencana, Allah Yang Menentukan dan Allah Yang Maha Memiliki apa yg ada di langit dan apa yg ada di bumi,  semuanya akan kembali kepada Allah, maka perasaan itu lambat laun akan bisa diterima.

Allah SWT telah banyak menguji keimanan orang-orang yg saleh apakah dia bisa menghadapi ujian tersebut apa tidak; seperti Nabi Ibrahim as yang rela mengorbankan anaknya untuk disembelih padahal sebelunya telah sekian lama ibrahim mendambakan seorang anak dan sangat ia sayangi, namun setelah anaknya Ismail lahir, ia harus di korbankan. Sepertri halnya juga Nabi Yusuf as yang di uji oleh Allah SWT dengan ketampanan dari godaan wanita Zulaikha..

Ikhlas dan hanya mengharapkan ridhoa Allah-lah membuat kita bisa mengerti untuk bisa menerima sesuatu yang tidak kita inginkan. Manusia hanya bisa berencana dan Allah-lah yang Maha Menentukan, baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah.

Bagi orang tua terhadap anak, anak hanya merupakan titipan Allah yang harus di besarkan dengan penuh kasih sayang dan membekali nya dengan Iman, ini merupakan tanggunganjawab orang tua di hadapan Allah.

Kita harus melihat kembali, bahwa kehidupan manusia itu dari generasi-kegenerasi adalah meneruskan kebiasaan apa yg telah dilakukan oleh orang tua mereka, pertama mereka dilahirkan kemudian tumbuh menjadi remaja dan dewasa kemudian memiliki keluarga sendiri serta keturunan dan kemudian menjadi tua dan akan pasti menghadapi kematian.

Jangan terlalu mencintai seseorang berlebihan karena suatu saat Allah akan mengambil rasa itu dari kita, jangan menyayangi sesuatu secara berlabihan karena suatu saat Allah akan mengambil rasa itu dari kita.

Apabila kita bisa memahami hal ini maka kita akan bisa menerimanya dengan Ikhlas apabila sesuatu yg tidak kita inginkan itu terjadi terhadap kita tanpa ada rasa menyesali. Dan kembali mengingat bahwa apa yg ada di langit dan bumi adalah kepunyaan Allah, tanpa terkecuali kita sebagai manusia.

Kita tidak bisa tahu rencana Allah SWT terhadap kita seperti apa kedepannya, krna itu hanya merupakan rahasia-Nya. Hari ini kita beranggapan dan berencana bahwa inilah yang terbaik buat kita, tapi ingat! Belum tentu menurut Allah.

Semua yang kita miliki di dunia ini adalah titipan Allah, kepunyaan Allah yang semua nya itu mengandung makna-makna yang harus kita pahami sehingga kita bisa menjadi manusia yang selalu bersyukur atas apa yang dititipkan Allah kepada kita.

Ikhlas dalam menjalani kehidupan dan hanya mengharapakan ridho Allah, mudah2an bisa menjadikan kita orang-orang yg beruntung di jalan Allah. Hidup di dunia hanya sementara, akhirat lah kehidupan yang abadi yg telah di janjikan Allah SWT.

Baca Selengkapnya...
Back to top button
Close
Close