Inspirasi

Nikmati Saja Apa yang telah Allah Takdirkan untukmu, Pada Akhirnya Kamu Akan Sampai Pada Titik Bahagia

Saya telah hidup selama 20 tahun. Dan seharusnya dalam usia tersebut kita sudah terlebih dulu sadar, bagaimana alur kehidupan ini.

Awalnya takdir yang Allah berikan memanglah menyedihkan untuk kita. Tapi bila kita lebih pahami lagi dengan mengikuti takdir itu akan berakhir seperti apa. percayalah, akan ada happy ending di kisah hidup kalian.

Mari kita mengingat-ingat takdir yang Allah berikan. Ingat alurnya dari awal kejadian sampai Anda menuju bagian yang menurut Anda adalah ‘penyelesaian masalah’ dari takdir tersebut.

Biarkan Saya mengingat-ingat takdir Saya sendiri. Anda juga jangan lupa mengingat-ingatnya.

Sebuah Kecelakaan di Tengah Musibah yang Membuat Saya Ingin Sekali Mengakhiri Hidup

Hidup setiap manusia tidak pernah berjalan mulus. Dulu Saya pun begitu, sempat terpikir ingin melukai diri sendiri, ingin membuat kepala Saya terbentur dan mengucurkan banyak darah agar Saya bisa amnesia. Melupakan berbagai hal pahit yang menimpa Saya yang masih remaja SMA waktu itu.

Tiap berjalan pulang sekolah di tepi jalan, Saya selalu membayangkan, “Kalau ada yang menabrak Saya dari belakang, hidup Saya pasti makin seru!” (Itu kata-kata putus asa).

Ternyata bayangan itu benar-benar terjadi, ada sebuah motor menyeruduk Saya dari belakang, dan motor itu diseruduk pula oleh mobil. Hingga benturannya itu 2 kali lipat lebih keras dibanding benturan motor itu sendiri.

Saya terpental, tangan Saya sobek, luka parah. Kemudian dilarikan ke rumah sakit dan mendapat 7 jahitan.

Saat itu dalam pikiranku “Apa Saya masih hidup? Tunggu! Tunggu! Saya belum ingin meninggal.”

Secara spontan hati Saya sebenarnya menginginkan Saya untuk tetap hidup.

Saya saat itu punya beberapa masalah di sekolah, semua teman-teman Saya menjauh, guru-guru di sekolah memandang jijik Saya. Hampir setiap hari Saya menahan tangis ketika di sekolah. Ujian itu saja sudah terlalu berat untuk Saya lalui, tapi masih saja diuji dengan kecelakaan tersebut.

Tapi, takdir Allah itu menyelamatkan Saya. Karena kecelakaan itu, teman-teman dan guru-guru tidak sejahat sebelum Saya kecelakaan. Ketika mereka tahu kalau Saya kecelakaan, mereka mengeluarkan kepeduliannya. Perhatian mereka membuat hati Saya hangat.

Dan itu adalah salah satu takdir Allah yang sangat Saya sukai. Bekas luka di tangan Saya masih ada, dan Saya menyukai bekas luka itu.

Dan dari takdir itu, Saya mulai sadar dengan kalimat ini,

“Nikmati saja apa yang telah Allah takdirkan untukmu, pada akhirnya kamu akan sampai pada titik bahagia.”

Ada Banyak Takdir, Banyak Kisah dengan Akhir Bahagia yang Allah Siapkan untuk Kita

Di atas adalah sekelumit contoh mengenai takdir yang berakhir bahagia. Sebenarnya ada banyak, sangaaaaaat banyak.

Takdir membuat hidup kita lebih bergelombang, tidak datar. Takdir membuat hidup lebih berwarna, jadi berbahagialah dengan itu. Jangan mengeluh, apalagi mengatakan Allah jahat.

Allah itu baik.

sebagai Ingin contoh:

Anda Mendapati Kekasih/Suami Anda Selingkuh Setelah Berhubungan Selama Bertahun-Tahun

Awalnya memang sangat sakit melihat orang yang disayangi berselingkuh dengan orang lain. Tapi begitulah cara Allah memisahkan Anda dari pasangan yang tidak baik untuk kalian.

Itu juga cara Allah mempertemukan Anda dengan jodoh yang berkali-kali lipat jauh lebih baik dari orang itu.

Awalnya mungkin Anda mengatakan, “Saya sangat mencintai orang itu! Sangat mencintainya! Aku tak bisa hidup tanpanya. Sakiittt, sakiiit.”

Suatu hari nanti, Anda akan malu karena pernah meraung-raung bahwa merasa sangat cinta mati dengannya di saat Allah telah menemukanmu dengan orang yang tepat.

Begitulah yang disadari orang-orang setelah menemukan jodoh mereka yang sesungguhnya. Suatu saat Anda juga akan merasa seperti itu. Nikmati saja takdirnya.

Kisah Nyata Pria Tua Kehilangan Uang 2000 Dinar untuk Biaya Operasi Mata Anaknya yang Buta

Berkisah tentang pria tua yang memiliki 7 orang anak dan mereka semua buta. Ia ingin membawa anaknya ke dokter, tapi harus membayar 2000 dinar. Jumlah yang amat besar untuknya.

Setelah mengumpulkan uang tersebut dengan susah payah, sang Ayah itu akhirnya mendapatkan uang 2000 dinar. Ia sudah menyediakan mobil serta uang 2000 dinar di dalam mobil. Rencananya mereka akan segera berangkat, tapi hal yang mengejutkan adalah mobil tersebut tiba-tiba hilang beserta uang yang susah payah dikumpulkannya.

Sang Ayah langsung khawatir, gelisah, dan benar-benar tak suka dengan takdir yang menimpanya. Tapi saat itu ada seseorang berkata,

“Mungkin ini lah yang terbaik untukmu. Kamu tidak tahu. Mungkin apa yang terjadi baik bagimu. Dan jika Allah memperlihatkan yang gaib, maka kau akan memilih situasi seperti yang menimpamu sekarang ini. Lihat situasimu sekarang. Ini adalah situasi terbaik yang dapat kau pilih bagi dirimu sendiri jika Allah menunjukkan padamu yang gaib.”

Tapi sang Ayah tak begitu mendengar kalimat itu. Ia sibuk dengan kegelisahannya.

Ia pun meminta bantuan polisi menemukan mobilnya. Singkat cerita, mobil itu ditemukan dengan uang 2000 dinar yang masih utuh. Ternyata mobil itu dikendarai oleh anak kecil, lalu ditinggalkan begitu saja karena bensinnya habis.

Bersamaan dengan kabar bahagia itu, sang Ayah juga memberitahukan kalau anaknya tiba-tiba bisa melihat kembali tanpa operasi. Allah telah menyembuhkan anak-anak orang tua itu dengan Kuasa-Nya.

Bayangkan jika mobilnya tidak hilang, si Ayah itu harus kehilangan uang untuk berobat anaknya padahal tanpa berobat pun si anak bisa sembuh.

Nikmati saja apa yang telah Allah takdirkan untukmu, pada akhirnya kamu akan sampai pada titik bahagia. Bahkan jika kamu diperlihatkan hal-hal gaib sekalipun kamu akan memilih apa yang Allah takdirkan pada kamu saat itu.

Ada takdir yang memang bisa diubah dan tidak bisa diubah. Takdir yang bisa diubah adalah rizki, kesehatan, kepandaian dan kekuatan. Sementara takdir yang tidak bisa diubah adalah kematian, bencana alam dan kiamat

Percayalah, meskipun yang mereka katakan adalah ‘Bahagia’ dengan menentang takdir itu, tapi itu tak akan bertahan lama. Atau katakanlah kebahagiaan mereka tidak jelas, menutup-nutupi kesedihan mereka, dan sebenarnya ingin kembali tapi terlalu jauh melangkah. Mungkin gengsi.

Orang yang menentang takdir itu akan memperoleh kehidupan yang sangat sulit. Berbeda dengan orang yang ikhlas dengan takdir itu.

Jikapun mereka bahagia dengan menentang takdir, tapi bukankah lebih baik sedih dengan cara yang benar daripada bahagia dengan cara yang salah?

Dan kalaupun memang menentang takdir itu membahagiakan? Lalu kenapa banyak orang-orang yang taubat? Kenapa banyak yang kembali ke jalan yang benar? Kenapa? Mereka tidak bahagia.

Baca Selengkapnya...
Back to top button
Close
Close