Inspirasi

Terima Kasih Ayah, Kamu Adalah Superhero Terhebat Dalam Hidupku

Nggak tahu harus berkata apa untuk sosok lelaki satu ini ‘Ayah‘. Mungkin kau terlihat begitu tegar dan kuat. Kau sosok lelaki gagah yang pernah ada dihidupku bahkan kaulah satu-satunya lelaki yang tak akan mungkin menyakiti hatiku. Mungkin seorang ayah jarang memperlihatkan kasih sayangnya terhadap anak-anaknya. Bahkan kerap dia hanya bertanya kepadaku, apa kau sudah makan? Yah, hanya pertanyaan itu saja yang sering dia lontarkan. Ayah jarang sekali berbicara kepada anak-anaknya karena waktunya habis untuk bekerja, bahkan kerap sekali pulangnya sampai larut malam.

Ayah, kau adalah sosok pahlawan yang hebat, setelah Ibu kau adalah satu-satunya malaikat yang dikirim Tuhan untuk menjagaku. Walaupun cara dan sikapmu berbeda dengan Ibu, namun kutahu kau tetap menyanyangi anakmu lebih dari nyawamu sendiri. Setelah seharian bekerja kau begitu penat dan lelahnya.

Namun ketika kau melihat malaikat kecilmu kau selalu berkata ‘kau adalah alasan Ayah untuk selalu semangat dalam menjalankan pekerjaan yang begitu melelahkan‘. Kau bermain denganku seakan kau masih bugar, padahal kau tahu badanmu sudah begitu lelah. Bahkan seorang Ayah begitu sensitif bila putri kecilnya mengalami demam, dia seakan terserang penyakit panik yang begitu besar. Namun berkat seorang Ibu yang menenangkan hatinya bahwa putri kecilnya hanya demam biasa.

Ayah kau selalu memberikan apapunyang kumau, kau menuruti semua perkataannya. Bahkan kutahu kau rela membeli apapun yang kau sanggup untuk putri kecilmu. Kau juga sering mengatakan hal ini kepadaku ‘Siapa laki-laki yang kau cintai? Dan pertanyaan itu kujawab dengan nada polos ‘bahwa Ayahlah laki-laki yang paling aku cintai‘ mendengar jawaban sedehana itu, kaupun tertawa bahagia sambil memeluk tubuh kecilku.

Kau selalu ada disampingku ketika Ibu sedang memarahi ku karena tingkah nakalku. Dan kau hanya tertawa dan menjelaskan bahwa aku masihlah anak-anak yang wajar bila melakukan hal menjengkelkan seperti itu. Aku sungguh bahagia karena sempat memilikimu dan kau adalah sosok superhero di dunia nyata.

Ayah aku begitu sangat merindukanmu, rindu pelukan hangat, rindu akan canda tawa yang ayah berikan kepadaku dan aku sangat merindukanmu dikala beban berat menghampiriku. Aku ingin menceritakan semua beban yang kuhadapi. Ayah apakah kau tak merindukan putrimu ini? Aku selalu bertanya pada Tuhan apakah kau disana baik-baik saja? Apakah kau disana bahagia? Dan aku selalu meminta kepada Tuhan untuk menghadirkan mu kedalam mimpiku walau itu hanya sebentar saja. Karena kau tahu aku begitu merindukanmu, kepergianmu begitu menghancurkan hatiku, putrimu ini seakan kehilangan separuh jiwanya. Kau tahu ada hal yang nggak bisa ku katakan kepada orang lain. Aku menyesal karena telah menyia-nyiakan kasih sayang yang telah kau berikan kepadaku.

PENYESALAN SEORANG ANAK KEPADA AYAHNYA

Ketika aku mulai beranjak remaja, aku selalu mengatakan hal ini kepadamu, Ayah aku ‘menginginkan benda itu aku pengen memilikinya‘. Hal itulah yang sering kukatakan kepadamu dan kau selalu menjawab, nanti akan Ayah belikan namun kau harus belajar yang rajin dulu. Dan akupun membantah dan mengeluarkan nada besar (membentak) seakan aku menuduhmu bahwa kau tak menyayangiku. Kutahu pasti hatimu sangat terpukul mendengar ucapanku. Kaupun berusaha untuk memenuhi apa yang kumau, tanggung jawabmu semakin besar ketika aku beranjak remaja, karena putri kecilmu tak menyukai hadiah berupa boneka lagi.

Aku menyesal telah mengganggap kau tidak memperdulikan aku, padahal di dalam hatimu kau ingin membahagiakanku. Kau bekerja dan terus bekerja, timbul rasa sedih karena Ayah tidak bisa memenuhi kebutuhan putrinya. Karena kesibukanku akan teman dan pekerjaan sekolah membuat aku dan Ayah tak bisa bertemu. Ayah pun selalu menanyakan kabarku kepada Ibu. Kau pulang begitu larut malam sehingga tidak bisa menjumpai putrimu. Kau bersikap tegar seakan-akan tak ada beban yang menghampirimu, kau begitu kuat menghadapi masalah yang ada. Ayah mengapa kau tak pernah mengeluh akan sikapku, Ayah mengapa kau tidak pernah mengatakan bahwa aku hanya merepotkanmu saja.

Ayah aku menyesali perbuatanku ini, aku sangat menyesali perkataan kasar yang aku ucapkan untuk Ayah. Ayah apakah kau mau memaafkanku? Aku begitu rindu akan dirimu, aku ingin belajar kepadamu tentang kesabaran dan kegigihan dalam menjalankan hidup ini. Ayah kau pahlawanku yang begitu tegar. Setelah Ibu, Ayah adalah orang yang begitu aku cintai. Karena bagiku kau adalah cinta pertamaku. Karena hanya kaulah lelaki yang tak pernah menyakiti hatiku. Ayah aku kangen dengan kenangan yang pernah kita lakukan, aku kangen dengan cara mu yang mengajarkanku bahwa menjadi manusia tidak perlu takut akan hal apaupun. Ayah selalu berkata siapapun yang menggangguku, maka kau akan selalu ada disampingku untuk melawan dan membelaku, namun kini mengapa Ayah begitu cepat meninggalkanku. Apa karena aku terlalu banyak nuntun. Andai waktu bisa dikembalikan aku berjanji takkan merepotkan Ayah lagi. Karena aku begitu hancur saat kehilangan Ayah.

Janji Ayah akan selalu disampingmu’ itulah ucapan Ayah. Namun kau berbohong, kali ini kau tidak menepati janjimu. Kau pernah mengatakan bahwa kau selalu ada saat aku merasa terpuruk dalam menjalan hidup ini. Namun kali ini kau tidak hadir dihadapanku, bahkan dimimpiku kau pun tak hadir. Mengapa Ayah? Apa karena Ayah telah melupakanku? Semua janjimu kepadaku telah kau penuhi, namun mengapa dengan janji yang satu ini? Kau masih berhutang janji dengan putrimu ini. Dan suatu saat harus kau tepati karena aku masih tetap menunggumu Ayah.

Mungkin semua Ayah di dunia berbeda-beda dalam menunjukkan kasih sayangnya terhadap anak-anaknya. Namun yang harus kalian ketahui adalah bahwa Ayah di dunia begitu menyayangi anaknya walau mereka tak begitu menunjukan seperti layaknya seorang Ibu. Berbahagialah kamu yang masih memiliki sosok Ayah disampingmu, karena nggak semua orang seberuntung kalian.

Baca Selengkapnya...
Back to top button
Close
Close